Data 2025 menunjukkan 52,4% pencarian properti dilakukan perempuan. Ibu kini berperan sebagai “Chief Housing Officer” dalam menentukan hunian keluarga Indonesia.
PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Sebanyak 52,4% pencarian properti sepanjang 2025 dilakukan oleh perempuan, menegaskan peran ibu yang semakin dominan dalam menentukan pilihan hunian keluarga Indonesia.
Data ini menunjukkan bahwa keputusan membeli atau menyewa rumah tidak semata ditentukan oleh faktor harga dan lokasi, melainkan oleh kualitas hidup jangka panjang yang dipertimbangkan secara matang dari perspektif keibuan.
Dalam rilis data yang disampaikan Rumah123 bertepatan dengan peringatan Hari Ibu, terungkap bahwa ibu kini berperan layaknya “Chief Housing Officer” dalam keluarga—aktif menyaring, menilai, dan memvalidasi apakah sebuah hunian benar-benar layak ditinggali dalam jangka panjang.
Sepanjang tahun 2025, pencarian properti dengan kata kunci “keamanan lingkungan” tercatat menembus lebih dari 360 ribu pencarian.
Sementara itu, kata kunci “dekat sekolah” mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 34,6% secara tahunan (YoY).
Tak hanya itu, pencarian yang berkaitan dengan fasilitas kesehatan dan kenyamanan lingkungan juga mencapai lebih dari 58 ribu pencarian.
Pola ini mengindikasikan pergeseran orientasi keluarga Indonesia yang semakin mengutamakan aspek non-finansial dalam memilih hunian.
Bagi keluarga, rumah kini dipandang sebagai ruang hidup, tempat anak tumbuh dan keluarga membangun rutinitas sehari-hari, bukan sekadar aset investasi atau hitungan luas bangunan.
Data Rumah123 juga menunjukkan adanya perubahan perilaku pengguna seiring digitalisasi pencarian properti.
Dari total aktivitas pencarian sepanjang 2025, 52,4% dilakukan oleh perempuan, sementara 47,6% oleh laki-laki.
Keterlibatan ini mencerminkan peran ibu yang lebih detail dalam menilai faktor-faktor krusial, mulai dari lingkungan sekitar, akses fasilitas publik, hingga kenyamanan rumah untuk aktivitas keluarga sehari-hari.
Dari sisi tipe properti, rumah tapak masih menjadi pilihan utama dengan porsi 60,3% dari total pencarian sepanjang 2025.
Sementara itu, permintaan terhadap rumah dijual dan rumah sewa tercatat relatif seimbang pada periode Januari–November 2025, masing-masing 50,1% dan 49,9%.
Kondisi ini mencerminkan fleksibilitas keluarga dalam menentukan bentuk hunian, baik untuk kebutuhan jangka pendek maupun jangka panjang, dengan pertimbangan utama pada keberlanjutan kualitas hidup.
Head of Research Rumah123, Marisa Jaya, menilai pergeseran ini sebagai perubahan mendasar dalam cara keluarga Indonesia mengambil keputusan hunian.
“Ibu biasanya melihat rumah bukan sebagai aset semata, tetapi sebagai ruang hidup jangka panjang. Dari keamanan lingkungan, akses sekolah, sampai kenyamanan ruang untuk aktivitas sehari-hari, semua itu menjadi pertimbangan utama,” ujar Marisa.
Ia menambahkan, dalam banyak kasus, keputusan hunian baru benar-benar diambil setelah perspektif ibu dipertimbangkan secara menyeluruh.

“Ibu cenderung memahami kebutuhan seluruh anggota keluarga. Karena itu, preferensi ibu sering kali menjadi penentu akhir dalam memilih rumah,” tambahnya.
Temuan ini menegaskan bahwa pasar properti Indonesia tidak hanya digerakkan oleh transaksi, tetapi juga oleh nilai, rasa aman, dan kualitas hidup keluarga.
Peran ibu sebagai “Chief Housing Officer” menjadi faktor strategis yang membentuk arah permintaan hunian di Indonesia saat ini.
Sebagai bagian dari ekosistem properti digital di bawah naungan 99 Group, Rumah123 melihat tren ini sebagai sinyal penting bagi pelaku industri properti untuk menghadirkan produk hunian yang semakin relevan dengan kebutuhan keluarga modern.

Perusahaan agensi properti komersial yang menyediakan layanan atas seluruh kebutuhan & transaksi kepropertian yang dibutuhkan oleh kliennya. Dengan jangkauan yang luas ke seluruh wilayah Aceh dan koneksi nusantara, PT. Aceh Estate Indonesia siap untuk menjadi mitra / konsultan properti dalam pola kerjasama yang transparan, aman dan saling menguntungkan.

Leave a Comment